KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ketersediaan fasilitas fisik seperti Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan infrastruktur kebersihan lainnya dinilai belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan sampah secara mendasar.

Tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dari masyarakat, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak akan pernah berjalan dengan optimal.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kapuas menyadari betul tantangan tersebut. Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat disadari memerlukan pendekatan substantif yang berfokus pada perubahan perilaku serta pembentukan karakter masyarakat sejak dini.

Guna mewujudkan hal tersebut, nilai-nilai kesadaran lingkungan mulai dikembangkan dan ditanamkan secara masif kepada generasi muda.

Sasarannya adalah para pelajar di tingkat sekolah melalui optimalisasi pelaksanaan program Sekolah Adiwiyata di wilayah Kabupaten Kapuas.

Langkah ini dipandang strategis untuk mencetak agen-agen perubahan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian ekosistem.

Melalui pendidikan lingkungan di sekolah, pola pikir dan kebiasaan hidup bersih diharapkan dapat mengakar kuat pada diri para siswa.

Kepala DLHK Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan menegaskan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan sejak bangku sekolah merupakan investasi jangka panjang. 

"Melalui program Sekolah Adiwiyata itu, ya kita membangun generasi yang lebih sadar lingkungan," ujarnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Meski demikian, keberhasilan pembentukan karakter ini tidak bisa hanya bertumpu pada lembaga pendidikan semata.

Peran aktif serta dukungan penuh dari para orang tua dan elemen masyarakat lainnya sangat dibutuhkan untuk memperkuat edukasi yang telah diterima anak di sekolah.

Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat ini diharapkan mampu memutus mata rantai kebiasaan buruk sebagian warga dalam mengelola sampah.

Dengan terwujudnya kesadaran kolektif, budaya membuang sampah sembarangan dapat dikikis secara perlahan demi terciptanya lingkungan Kapuas yang bersih dan berkelanjutan. (SABRIANOOR/R)