BORNEONEWS, Tamiang Layang – Tim gabungan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar sekitar satu hektare lahan di Gang Makmur RT 21, Kelurahan Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kobaran api melahap vegetasi berupa semak belukar dan pohon karet di lokasi kejadian. Kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah merambat sehingga petugas harus segera melakukan penyemprotan untuk membatasi penyebaran.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Damkar Barito Timur menerima informasi kebakaran dari masyarakat melalui grup WhatsApp. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 12.15 WIB dan tiba sekitar 15 menit kemudian.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan kondisi lahan menjadi salah satu faktor yang membuat api berpotensi cepat meluas.
“Semak belukar yang kering membuat api cepat merambat. Karena itu, kami langsung melakukan pemadaman agar kobaran api tidak semakin meluas,” kata Parluhutan.
Sebanyak 11 personel TRC-PB BPBD Barito Timur bersama personel Polres Barito Timur dan Damkar Pos Pemda turun melakukan penanganan.
Petugas membagi tugas untuk memadamkan titik api sekaligus mengantisipasi penjalaran kobaran ke bagian lahan lainnya.
Petugas menggunakan suplai air dari tangki unit Damkar Pemda serta sejumlah peralatan pemadaman milik BPBD. Peralatan tersebut meliputi mesin pompa jinjing, selang antar, nozzle, tandon berkapasitas 1.000 liter, dan kendaraan operasional.
Tim gabungan terus melakukan penyemprotan pada area yang terbakar dan bagian lahan yang berpotensi menjadi jalur rambatan api.
Kondisi semak dan pohon karet yang mudah terbakar membuat petugas harus memastikan titik-titik api benar-benar terkendali.
Setelah melakukan penanganan hampir tiga jam, petugas berhasil memadamkan seluruh kobaran api. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
“Api berhasil kami padamkan. Setelah memastikan kondisi aman, masing-masing unsur juga mengecek personelnya sebelum meninggalkan lokasi,” ujar Parluhutan.
Petugas menyelesaikan proses pemadaman sekitar pukul 15.10 WIB. Tim kemudian melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada lagi kobaran maupun titik api yang tersisa sebelum meninggalkan lokasi.
Respons cepat juga terbantu oleh laporan masyarakat yang segera menyampaikan informasi mengenai kebakaran. BPBD Damkar Barito Timur mengimbau warga segera melaporkan setiap kemunculan titik api, khususnya di lahan yang ditumbuhi vegetasi kering.
Laporan lebih awal memungkinkan petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









