BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemandangan langit Kota Palangka Raya tampak tidak biasa pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Warga mengaku merinding melihat kondisi langit yang seolah terbagi menjadi dua sisi, dengan satu bagian cerah sementara sisi lainnya tertutup tebal oleh asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Fenomena tersebut terlihat dari kawasan Perumahan Casadova Bhayangkara Presisi, Jalan G Obos XXIV, Kota Palangka Raya.
Seorang warga, Kevin yang melihat kondisi tersebut mengaku cukup khawatir dengan pekatnya asap yang terlihat di salah satu sisi langit.
“Seram juga melihatnya. Sebelah kanan terlihat awannya tebal dan seperti diselimuti asap, sedangkan sebelah kiri justru masih cerah,” ujar Kevin, Jumat, 28 Agustus 2026.
Perbedaan kondisi langit tersebut memperlihatkan dampak kabut asap Karhutla yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Palangka Raya.
Kepulan asap terlihat menumpuk di satu sisi, sementara area lainnya masih memiliki jarak pandang yang relatif lebih baik.
Warga lainnya, Siti Fatimah berharap penanganan Karhutla dapat segera membuahkan hasil sehingga kondisi udara dan langit Kota Palangka Raya kembali normal.
"Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah titik dan berpotensi memperburuk kualitas udara," ingatnya.
Ia juga mengimbau agar warga lainnya, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat serta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap dan partikulat.
"Saya juga berharap seluruh pihak terus memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan Karhutla agar kabut asap tidak semakin meluas dan mengganggu kesehatan masyarakat," pungkasnya. (MARINI/R)









