SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Sejumlah warga hingga aparatur sipil negara (ASN), khususnya golongan I dan II, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Kondisi itu membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi GPM sejak kegiatan dibuka.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Yephi Hartadi Perianto, mengatakan GPM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

"Antusias masyarakat cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat umum, tetapi ASN golongan I dan II juga ikut memanfaatkan kegiatan ini," ujar Yephi, Jumat, 28 Agustus 2026.

Selisih harga yang cukup signifikan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dengan harga yang lebih murah sekitar 30 persen dari harga pasar, warga dapat menghemat pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak, gula pasir, sayur mayur, telur maupun ikan. 

Yephi menilai kegiatan seperti GPM sangat penting, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

"Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan pangan dengan harga murah," katanya.

Pemerintah daerah terus mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui berbagai program bersama pemerintah provinsi maupun pihak terkait.

GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Antusiasme warga yang memadati lokasi GPM yang digelar di halaman Kantor Bupati Kotim itu menunjukkan bahwa program pangan murah masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami perubahan di pasaran. (DEVIANA/R)