BORNEONEWS, Palangka Raya – Program sekolah gratis di Kalimantan Tengah tidak hanya dirasakan siswa di wilayah perkotaan. Kebijakan tersebut juga telah berjalan hingga kawasan pedalaman dan perbatasan, salah satunya di SMAN 1 Balai Riam, Kabupaten Sukamara.
Sekolah tersebut dinilai mampu memberikan layanan pendidikan tanpa pungutan kepada siswa melalui pengelolaan anggaran dan sumber daya sekolah secara optimal.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat mendampingi kunjungan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran ke SMAN 1 Balai Riam.
Menurut Reza, kemampuan sekolah dalam mengelola dana dan berbagai potensi yang dimiliki menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pendidikan tanpa pungutan.
“Banyak sekolah-sekolah di luar sana walaupun mendapat dana BOS tetapi masih ada pungutan di sekolah, tetap ada sumbangan di sekolah. Kepala sekolah kalian ini hebat me-manage sekolah ini karena bisa gratis sekolah kalian,” ujar Reza, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ia menilai pengelolaan dana BOS secara tepat, transparan dan bertanggung jawab dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional sekolah tanpa membebani siswa maupun orang tua.
Selain bebas pungutan, SMAN 1 Balai Riam juga mampu menghadirkan dukungan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran di wilayah pedalaman. Salah satunya melalui koneksi internet Starlink yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung digitalisasi pembelajaran tanpa dibebankan kepada siswa.
“Starlink kalian juga nyala, tanpa memungut ke kalian. Beliau menggerakkan seluruh upaya dan daya,” tegas Reza.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan keterbatasan geografis tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan layanan pendidikan yang terbatas.
Sekolah di pedalaman, kata dia, tetap dapat menghadirkan pendidikan gratis sekaligus memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran apabila dikelola dengan baik dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan pendidikan.
Reza berharap praktik pengelolaan sekolah seperti yang dilakukan SMAN 1 Balai Riam dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya di Kalteng.
“Kita ingin memastikan hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dapat terpenuhi tanpa membebani orang tua,” katanya.
Kisah SMAN 1 Balai Riam menjadi gambaran bahwa program sekolah gratis tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga membutuhkan tata kelola anggaran yang baik, kreativitas serta komitmen seluruh pihak di lingkungan sekolah.
Dari pedalaman Kalteng, pendidikan gratis dan dukungan pembelajaran berbasis teknologi terus didorong agar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik. (MARINI/H)









