BORNEONEWS, Buntok - Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), mengeluhkan tagihan air bersih yang melonjak.
Keluhan itu mereka sampaikan kepada anggota DPRD Barsel Rusinah Andelen.
"Saya hanya berbicara sesuai fakta, bahwa beberapa orang warga Buntok mengeluhkan lonjakan tarif tagihan air bersih PDAM," ujarnya seperti dikutif dari Palangka Post (grup Borneonews), Jumat (13/1/2017).
Atas kondisi itu, ia berharap PDAM Buntok terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
"Agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara pelanggan. Pihak PDAM hendaknya bekerja cepat dan harus segera turun ke lapangan, jika ada menerima keluhan pelanggan," pintanya.
Di tempat terpisah, Direktur PDAM Barsel Marianto, meminta pelanggan yang merasa kurang puas atas pelayanan langsung menyampaikan keluhan ke pusat pelayanan PDAM.
Ia juga menuturkan bahwa di akhir 2016, PDAM telah melakukan penggantian water meter standard milik pelanggan di Kota Buntok sebanyak 1000 unit."Jika tarif tagihan pelanggan kami ada yang mengalami kenaikan. Itu berarti telah sesuai dengan jumlah air yang digunakan pelanggan," tegasnya.
Menurut dia, water meter yang ada di setiap saluran pelanggan merupakan hakim. Karena alat itu memberikan data kubikasi air sesuai yang digunakan pelanggan.
"Water meter itu pasti akan bergerak dan memberikan data akurat jika ada air yang melintasi alat tersebut," tutupnya. (HLY/B-3)








