JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah telah menyerap 24.853 ton gabah petani hingga 27 Agustus 2026. Dengan target tahunan 30.420 ton, masih tersisa sekitar 5.567 ton gabah yang perlu diserap hingga akhir tahun.

Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana mengatakan, volume tersebut setara dengan 12.830,32 ton beras dan telah menyamai realisasi penyerapan sepanjang 2025.

“Untuk bulan Juli dan Agustus hasil serapan sudah sesuai dengan target bulanan,” kata Erwin di Palangka Raya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Bulog Kalteng menargetkan penyerapan sepanjang 2026 sebanyak 30.420 ton gabah atau setara 15.805 ton beras.

Penyerapan pada Agustus bertepatan dengan puncak panen gadu atau musim panen kedua. Kondisi kemarau disebut ikut mendukung kualitas gabah karena hasil panen memiliki kadar air lebih rendah.

“Untuk hasil serapan bulan Agustus memasuki masa puncak panen gadu. Untuk kualitas serapan cukup bagus dikarenakan kondisi cuaca kemarau, hasil panen lebih kering dan kualitasnya bagus,” ujarnya.

Meski demikian, Bulog menghadapi tantangan dalam memaksimalkan penyerapan karena harga gabah di pasar relatif tinggi.

Sementara harga pembelian gabah oleh Bulog sesuai ketetapan pemerintah berada di angka Rp6.500 per kilogram.

Sejumlah daerah menjadi fokus penyerapan gabah di Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan dan Kotawaringin Timur.

Keempat wilayah tersebut menjadi sentra yang diandalkan Bulog untuk mengejar sisa target penyerapan selama musim panen.

Optimalisasi pengadaan gabah dari petani juga dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga agar produksi petani dapat terserap di tengah dinamika harga pasar.