JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mendorong penguatan produksi dalam negeri sebagai strategi utama mengatasi tekanan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat secara bertahap.

Dalam pesan memperingati Pekan Pemerintah Iran, Jumat, 28 Agustus 2026, Khamenei meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap persoalan ekonomi dan penghidupan masyarakat, mulai dari inflasi, pengangguran, pengendalian harga hingga pengaturan pasar barang dan jasa.

“Kunci utama untuk menyelesaikan semua masalah ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri,” kata Khamenei, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Ia juga mendorong pemerintah meningkatkan investasi dan mengarahkannya ke sektor-sektor strategis, memperkuat pertumbuhan ekonomi serta menempatkan kebijakan ekonomi perlawanan sebagai bagian utama agenda pemerintah.

Menurut Khamenei, kebutuhan pokok harus tetap tersedia dalam jumlah memadai. Impor dapat dilakukan secara tepat dan terukur apabila produksi domestik belum mampu memenuhi kebutuhan.

Penguatan produksi dalam negeri juga dinilai dapat membantu Iran mengelola tekanan terhadap nilai tukar rial.

Dalam laporan tersebut, nilai rial Iran disebut kembali melemah hingga menembus sekitar 2 juta rial per dolar AS di pasar bebas, di tengah tambahan sanksi yang diberlakukan Washington.

Khamenei turut mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi dari kalangan muda Iran untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor, termasuk pertanian, industri, komunikasi dan pendidikan.

Ia menilai pengelolaan ekonomi yang lebih baik, keterlibatan para ahli serta pemanfaatan kapasitas baru dapat membantu mempercepat pembangunan ekonomi Iran.

Khamenei juga mengapresiasi upaya pemerintah menjaga pasokan barang dan layanan dasar, memperbaiki fasilitas penting serta mengelola kebutuhan energi di tengah tekanan sanksi dan kondisi pascakonflik.

Menurut laporan Anadolu, Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan Iran setelah ayahnya terbunuh dalam serangan AS-Israel. Sejak saat itu, ia disebut belum terlihat tampil di depan publik.

Sumber: Anadolu/ANTARA