BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani hingga 27 Agustus 2026 mencapai 24.853 ton atau 81,18 persen dari target 2026.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana mengatakan capaian 24.853 ton itu setara dengan 12.830,32 ton beras. Realisasi tersebut telah menyamai capaian atau realisasi pada 2025.
"Untuk bulan Juli dan Agustus hasil serapan sudah sesuai dengan target bulanan," kata Erwin, Sabtu 29 Agustus 2026.
Target penyerapan gabah selama 2026 sebanyak 30.420 ton gabah atau 15.805 ton setara beras. Penyerapan pada Agustus berlangsung bersamaan dengan puncak panen gadu atau musim panen kedua.
Kondisi musim kemarau justru memberikan dampak positif terhadap kualitas gabah yang dihasilkan petani.
Menurut Erwin, gabah yang dipanen pada kondisi cuaca relatif kering memiliki kadar air lebih rendah sehingga kualitasnya lebih baik dan mendukung proses penyerapan oleh Bulog.
"Untuk hasil serapan bulan Agustus memasuki masa puncak panen gadu. Untuk kualitas serapan cukup bagus dikarenakan kondisi cuaca kemarau, hasil panen lebih kering dan kualitasnya bagus," ujarnya.
Namun, Bulog belum dapat memaksimalkan penyerapan karena harga gabah di pasaran saat ini relatif tinggi. Adapun harga beli gabah Bulog sesuai ketetapan pemerintah adalah Rp6.500 per kilogram.
Erwin menyebutkan sejumlah wilayah yang menjadi fokus penyerapan gabah di Kalteng yakni Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan dan Kotawaringin Timur.
Keempat daerah tersebut merupakan wilayah yang menjadi perhatian Bulog dalam mengoptimalkan penyerapan produksi petani, terutama selama berlangsungnya musim panen gadu.
Bulog Kalteng terus mendorong optimalisasi penyerapan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memastikan produksi petani terserap di tengah dinamika harga gabah di tingkat pasar.
Dengan capaian 81,18 persen hingga 27 Agustus, Bulog Kalteng masih berupaya mengejar sisa target penyerapan melalui optimalisasi pengadaan gabah dari sejumlah sentra produksi padi di daerah itu.
ANTARA









