PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran terus mendorong pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa yang berada di wilayah pelosok dan perbatasan Kalimantan Tengah-Kalimantan Barat.

Dukungan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan sarana penunjang pembelajaran. Sekolah di kawasan perbatasan mulai didukung konektivitas internet melalui Starlink, energi dari panel surya, TV interaktif hingga modul pembelajaran tiga dimensi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadirkan kesempatan belajar yang lebih merata bagi seluruh siswa.

Menurutnya, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta didik di daerah pelosok untuk mendapatkan akses terhadap sumber belajar dan informasi yang sama dengan siswa di wilayah perkotaan.

“Digitalisasi pendidikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran teknologi bukan sekadar menghadirkan perangkat di ruang kelas, tetapi memastikan siswa di daerah pelosok memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses sumber belajar dan informasi,” ujar Reza, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Keberadaan Starlink memungkinkan sekolah di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet tetap memperoleh konektivitas untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital.

Sementara itu, panel surya menjadi salah satu dukungan untuk memastikan perangkat teknologi dapat digunakan di daerah yang memiliki keterbatasan akses energi.

Selain konektivitas internet dan energi, keberadaan TV interaktif serta modul pembelajaran tiga dimensi diharapkan membuat proses belajar lebih menarik dan interaktif.

Reza menegaskan, seluruh fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah dan tenaga pendidik. Teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar fasilitas pelengkap.

“Yang kita dorong bukan hanya bagaimana sekolah memiliki fasilitas teknologi, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar anak-anak kita,” katanya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat pemerataan pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya sekolah-sekolah yang berada di kawasan pelosok dan perbatasan Kalteng-Kalbar.

Dengan dukungan konektivitas, energi dan perangkat pembelajaran digital, pemerintah berharap siswa di wilayah perbatasan tetap memiliki kesempatan berkembang dan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. (MARINI/R)