SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabar duka menyelimuti Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Farid Fathur Rahman, yang menjabat sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pulau Hanaut, meninggal dunia di Sampit.

Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah mengatakan, almarhum meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung. Sebelum wafat, Farid masih aktif menjalankan sejumlah kegiatan pemerintahan, termasuk sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Almarhum meninggal dunia kena serangan jantung. Untuk kegiatan karhutla, almarhum hanya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla," kata Fahrujiansyah, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Kecamatan Pulau Hanaut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla, terutama saat kondisi kemarau dan potensi kebakaran meningkat.

Selain kepada masyarakat, almarhum juga terlibat dalam kegiatan koordinasi sejumlah mitra terkait penanganan karhutla di wilayah Pulau Hanaut.

Farid juga sempat terlibat dalam kegiatan di Posko RSA Babaung ketika terdapat titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut. "Saat itu ada titik hotspot di Desa Babirah," ujarnya.

Fahrujiansyah mengatakan, kondisi kesehatan almarhum sebelumnya sudah menjadi perhatian karena riwayat penyakit bawaan.

Ia bahkan sempat meminta Farid untuk beristirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara serius. Ia menegaskan almarhum meninggal tidak terkait kejadian karhutla. "Almarhum saya minta istirahat dan berobat secara serius," tuturnya.

Farid kemudian meninggal dunia di rumahnya yang berada di Jalan Nyai Enat, Sampit. Kepergian Farid menjadi duka bagi jajaran Kecamatan Pulau Hanaut. Terlebih, selama menjalankan tugas, almarhum masih turut berkontribusi dalam kegiatan sosialisasi dan upaya pencegahan karhutla di wilayah tersebut. (DEWI PATMALASARI)