BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, menyoroti kebutuhan sarana praktik di SMKN 5 Palangka Raya.
Menurutnya, pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teori tanpa ditunjang fasilitas praktik yang memadai.
Hal tersebut disampaikan Faridawaty saat melaksanakan reses perseorangan dan mengunjungi SMKN 5 Palangka Raya.
Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan, di antaranya alat praktik Teknik Sepeda Motor, kamera untuk jurusan Desain Komputer, tambahan ruang kelas, pagar sekolah serta bibit ayam dan ikan untuk mendukung pembelajaran praktik.
Faridawaty mengatakan keberadaan sarana praktik sangat penting untuk membentuk keterampilan siswa sesuai kompetensi keahlian yang mereka pilih.
“Pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan teori. Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk banyak praktik dengan fasilitas yang sesuai dengan bidang keahliannya,” ujar Faridawaty, Sabtu, 29 Agustus 2026.
SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Karena itu, keterbatasan peralatan praktik perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai siswa memiliki pengetahuan secara teori, tetapi kesempatan untuk mengasah keterampilan melalui praktik justru terbatas.
“Kalau kita ingin lulusan SMK siap kerja, maka sarana praktiknya harus diperkuat. Mereka harus terbiasa menggunakan peralatan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Faridawaty merealisasikan bantuan sebesar Rp5 juta untuk SMKN 5 Palangka Raya. Bantuan tersebut diarahkan untuk pembelian alat praktik Teknik Sepeda Motor serta bibit ayam dan ikan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi siswa sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran berbasis praktik di sekolah.
Faridawaty juga mendorong agar kebutuhan lain yang disampaikan pihak sekolah, termasuk penambahan ruang kelas dan sarana pendukung pembelajaran, dapat menjadi perhatian pemerintah melalui program pembangunan pendidikan. (MARINI)









