BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung kawasan Catholic Center Keuskupan Palangka Raya, Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Kobaran api bergerak dari bentangan hutan yang mengelilingi kawasan tersebut dan mulai mengancam sejumlah bangunan.
Salah satu bangunan yang terdampak serangan api adalah SMAK Aloysius. Sekolah yang juga memiliki fasilitas asrama tersebut menjadi salah satu titik yang harus diwaspadai karena api terus merembet mendekati kawasan permukiman dan bangunan.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena SMAK Aloysius merupakan sekolah berasrama yang dihuni anak-anak dari asrama putra dan asrama putri.
Puluhan anak asrama putri terpaksa dievakuasi untuk menghindari ancaman api yang mulai bergerak menuju bangunan asrama.
Direktur Catholic Center Keuskupan Palangka Raya, Pastor Danang Widhi Anggoro, mengatakan hingga Sabtu malam api masih bergerak meski sejumlah pemadam kebakaran telah berdatangan untuk membantu melakukan penanganan.
"Kita bikin tempat evakuasi anak-anak untuk tidur malam ini. Rencana akan kita buat di Pallazo Pellegrini. Kita juga akan siaga di CC mengingat angin yang begitu kencang," kata Pastor Danang.
Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang membuat pergerakan api sulit diprediksi.
Karena itu, pihak Catholic Center memilih melakukan langkah antisipasi dengan mengevakuasi anak-anak dan menyiapkan lokasi aman untuk bermalam.
Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait hingga malam ini masih berjibaku mengendalikan kobaran api yang mengepung kawasan Catholic Center.
Situasi di sekitar SMAK Aloysius dan asrama terus dipantau untuk mengantisipasi api kembali mendekat.(TESTI PRISCILLA)









