BORNEONEWS, Palangka Raya – Pangdam XII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin memotivasi siswa SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, agar tidak mudah menyerah menghadapi ejekan dan terus mengembangkan kemampuan untuk mengejar cita-cita.
Di hadapan para pelajar, Zainal menceritakan pengalamannya semasa SMA ketika aktif dalam kegiatan Paskibraka. Pilihan tersebut pernah membuatnya menjadi sasaran perundungan dari teman-temannya.
“Saya SMA itu ekskulnya Paskibraka. Alhamdulillah, dulu saya dibully, dibully karena jadi Hansip katanya,” kenangnya, seperti dikutip pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti menjalani kegiatan yang diminati. Perjalanan panjang kemudian membawanya hingga dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangdam.
“Masa depan ternyata, Alhamdulillah, jadi Pangdam di Kalimantan ini,” ujarnya.
Zainal mengatakan, kegiatan positif selama sekolah dapat menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama hingga kepemimpinan.
Menurutnya, kegiatan seperti Paskibraka, pencinta alam maupun organisasi lainnya dapat menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan diri.
“Itu adalah sarana, wahana kita berorganisasi semuanya,” katanya.
Ia meminta para siswa menjadikan belajar sebagai tugas utama sekaligus terus mengembangkan kompetensi.
“Tugas kalian adalah belajar, belajar dan belajar. Kembangkan kompetensi kalian,” pesannya.
Zainal juga mendorong pelajar berani memiliki cita-cita besar, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi umum maupun sekolah kedinasan seperti Universitas Pertahanan, Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.
“Saya berharap dari Pangkalan Bun ini, dari Kalimantan Tengah ini, banyak yang masuk ke Unhan,” harapnya.
Ia menyebut jumlah putra-putri Kalimantan Tengah yang berhasil masuk Akademi Militer tahun ini meningkat menjadi 12 orang. Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah yang diterima disebut berkisar empat hingga lima orang.
“Tahun ini, dengan pembinaan, pengarahan, kerja sama dengan tingkat pendidikan juga, tahun ini kita berangkat dari Kalimantan Tengah untuk masuk Akademi Militer itu 12 orang,” ungkapnya.
Menurut Zainal, capaian tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan sejak dini. Siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri perlu mempersiapkan kemampuan akademik, fisik dan mental.
“Bagaimana cara sit up-nya, push up-nya, larinya dan sebagainya,” jelasnya.
Selain memberikan motivasi pendidikan, Zainal turut mengajak siswa berperan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelajar diminta ikut mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
“Karhutla ini kita sama-sama memeranginya. Jangan kalau kalian pulang ke rumah, sampaikan ke orang tua dan sebagainya untuk tidak membakar hutan dan membakar lahan sembarangan,” pesannya. (MARINI/j)









