BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal menyelimuti sejumlah ruas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu pagi, 30 Agustus 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang pengguna jalan menjadi sangat terbatas. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat tebalnya asap yang menyelimuti jalan.
Raja, warga yang melintas di Jalan Tjilik Riwut sekitar pukul 06.40 WIB, mengatakan kondisi asap di kawasan tersebut cukup parah, terutama mendekati simpang empat Tidar.
"Ini kondisi terkini asapnya sudah tebal, jarak pandang terbatas mungkin sekitar 15 meteran. Kecepatan kendaraan kami paling 20 sampai 25 km/jam saja, tidak berani laju-laju. Parah betul asapnya," ujarnya.
Kondisi lebih ekstrem dilaporkan Saputra, pengendara truk yang melintas di Jalan Lingkar Selatan Sampit. Tebalnya asap membuat ia terpaksa menghentikan kendaraannya.
"Jarak pandang kira-kira satu meter saja, hampir tidak kelihatan," katanya.
Sementara itu, Lyla yang melintas di Jalan Pramuka menyebut kabut asap terlihat tebal sepanjang ruas jalan tersebut. Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 50 hingga 200 meter.
Kabut asap juga masih terlihat menyelimuti Jalan Jenderal Sudirman. Dhita yang melintas sekitar pukul 07.05 WIB mengatakan asap tampak cukup pekat dengan warna kekuningan ketika terkena cahaya matahari.
Kondisi kabut asap tersebut sejalan dengan laporan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) H Asan Kotawaringin Timur pada pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan BMKG Kotim, jarak pandang di Sampit tercatat hanya 0,05 kilometer atau sekitar 50 meter. Kondisi cuaca saat itu berupa kabut asap dengan suhu 22,8 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 96 persen.
Angin tercatat dalam kondisi calm atau tenang dengan kecepatan 0 kilometer per jam.
Minimnya pergerakan angin membuat kabut asap berpotensi bertahan dan menumpuk di sekitar wilayah Sampit, terutama pada pagi hari.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengguna jalan karena jarak pandang yang sangat terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan yang diselimuti kabut asap. (DEWI PATMALASARI/j)









