BORNEONEWS, Palangka Raya — Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan personel dan satuan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal itu disampaikannya dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Selain kesiapsiagaan, Pangdam juga menegaskan perlunya memperkuat sinergi lintas sektoral, mengoptimalkan deteksi dini titik panas, serta mempercepat respons terhadap setiap potensi kebakaran yang terdeteksi.
Pangdam juga menyoroti peran strategis aparat kewilayahan, khususnya Babinsa, sebagai garda terdepan di tengah masyarakat.
"Para Babinsa diharapkan aktif melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya pembakaran lahan, serta melaporkan secara cepat setiap potensi terjadinya karhutla di wilayah binaannya," katanya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini dan sinergi yang kuat antar-instansi, diharapkan kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sedini mungkin, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir dan lingkungan tetap terjaga.
"Kodam XXII Tambun Bungai siap bersinergi untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/J)









