BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 1.465 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dalam 24 jam terakhir berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.250 hotspot berada pada tingkat kepercayaan menengah, 178 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 37 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Data tersebut menunjukkan masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kotim. Sebaran hotspot tersebut ditemukan hampir di seluruh kecamatan yang tercatat dalam pemantauan.
Kecamatan dengan jumlah hotspot terbanyak adalah Mentaya Hilir Selatan, yakni mencapai 313 titik. Dari jumlah itu, 249 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, enam titik tingkat rendah, dan 58 titik tingkat tinggi.
Selanjutnya, Mentawa Baru Ketapang mencatat 284 hotspot, terdiri dari 256 titik tingkat menengah, enam tingkat rendah, dan 22 tingkat tinggi.
Kemudian Mentaya Hilir Utara memiliki 242 hotspot dengan rincian 206 tingkat menengah, tiga tingkat rendah, dan 33 tingkat tinggi.
Sementara itu, Telawang tercatat memiliki 175 hotspot, terdiri dari 142 tingkat menengah, sembilan tingkat rendah, dan 24 tingkat tinggi.
Baamang juga menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hotspot cukup tinggi, yakni 110 titik. Rinciannya tiga titik tingkat rendah, 101 tingkat menengah, dan enam tingkat tinggi.
Berikutnya, Teluk Sampit tercatat memiliki 102 hotspot dengan rincian 94 tingkat menengah, dua tingkat rendah, dan enam tingkat tinggi.
Pulau Hanaut memiliki 68 hotspot, terdiri dari 53 tingkat menengah, tiga tingkat rendah, dan 12 tingkat tinggi. Kota Besi tercatat 52 hotspot dengan 48 tingkat menengah, dua tingkat rendah, dan dua tingkat tinggi.
Adapun Antang Kalang memiliki 27 hotspot, yakni 21 tingkat rendah dan enam tingkat menengah. Bukit Santuai tercatat 22 titik, terdiri dari 19 tingkat rendah dan tiga tingkat tinggi. Kemudian Mentaya Hulu memiliki 21 hotspot, dengan satu titik tingkat rendah dan 20 tingkat menengah.
Sementara Parenggean tercatat 14 hotspot yang terdiri dari 12 tingkat menengah dan dua tingkat tinggi. Jumlah yang sama juga ditemukan di Seranau, tetapi terdiri dari dua titik tingkat rendah dan 12 tingkat menengah.
Untuk Cempaga Hulu, terdeteksi lima hotspot, yakni empat tingkat rendah dan satu tingkat tinggi. Sedangkan Cempaga menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling sedikit, yaitu dua titik dan seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan menengah. Serta Tualan Hulu 6 hotspot dengan 4 tingkat menengah dan 2 tingkat kepercayaan tinggi. (DEWI PATMALASARI/j)









