BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mulai berada dalam perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul panjangnya periode hari tanpa hujan (HTH) di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan BMKG, hari tanpa hujan di Kapuas telah mencapai 31 hingga 60 hari.
Prakirawan BMKG Palangka Raya, Ihsan Sidiq, mengatakan kondisi tersebut membuat Kapuas masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis kategori Siaga.
“Hari tanpa hujan di Kapuas selama 31–60 hari sehingga dalam peringatan dini kekeringan meteorologis pada dasarian III bulan Agustus (21–31 Agustus) termasuk dalam kategori Siaga,” ujar Ihsan.
Informasi tersebut mengacu pada pemantauan hari tanpa hujan berturut-turut yang diperbarui BMKG pada 20 Agustus 2026. Peta pemantauan menunjukkan adanya sejumlah titik di Kalimantan Tengah yang telah mengalami hari tanpa hujan dalam durasi panjang, dengan tingkat yang berbeda-beda antarwilayah.
Menurut Ihsan, kondisi tersebut juga perlu dilihat bersamaan dengan prakiraan cuaca untuk periode berikutnya. BMKG memprediksi peluang hujan masih terbatas di Kalimantan Tengah dalam waktu dekat.
“Diprediksi potensi hujan masih rendah di wilayah Kalteng untuk sepekan ke depan,” katanya.
Dengan demikian, kondisi kering di Kapuas belum menunjukkan tanda kuat akan segera berakhir. Apalagi, periode 29 Agustus hingga 5 September 2026 masih diprakirakan memiliki potensi hujan yang relatif rendah di wilayah Kalimantan Tengah.
Panjang periode tanpa hujan menjadi perhatian karena semakin lama kondisi berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap ketersediaan air dan tingkat kekeringan lahan. Kondisi lahan yang mengering juga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terlebih saat curah hujan masih rendah.
Masyarakat di Kapuas pun perlu mewaspadai perkembangan kondisi tersebut, terutama di wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan dalam waktu panjang. Pemantauan BMKG akan menjadi penting untuk melihat apakah periode tanpa hujan bertambah panjang atau mulai terputus oleh turunnya hujan. (SABRIANOOR/j)









