PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya mulai menjadi perhatian pengelola Bandara Tjilik Riwut karena berpotensi mengganggu kelancaran penerbangan apabila jarak pandang turun di bawah batas minimum operasional.

General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan operasional penerbangan hingga kini masih berjalan.

“Operasional penerbangan masih berjalan, namun kondisi kabut asap dan penurunan jarak pandang dapat berdampak terhadap kelancaran operasional penerbangan, khususnya ketika jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional,” kata I Made Darmawan, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca dan jarak pandang terus dipantau secara berkala bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perubahan kondisi dapat segera diantisipasi dalam pelaksanaan operasional di Bandara Tjilik Riwut.

I Made menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan dan memantau kondisi secara berkala. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Pengelola bandara juga mengingatkan calon penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan sebelum berangkat ke bandara, mengingat kondisi jarak pandang akibat kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu. (MARINI/j)