JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu memastikan dirinya tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Prancis yang dijadwalkan berlangsung pada musim semi 2027.

Lecornu menegaskan pemerintahannya saat ini memilih fokus menjalankan agenda pemerintahan dan mencapai target konkret, bukan terlibat dalam kampanye politik menuju pemilihan presiden.

“Saya bukan kandidat presiden. Saya tidak mencampuri kampanye pemilihan presiden,” kata Lecornu kepada surat kabar Prancis Le Parisien, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pemilihan presiden Prancis 2027 akan berlangsung tanpa Presiden Emmanuel Macron sebagai kandidat. Macron saat ini menjalani periode kedua secara berturut-turut dan berdasarkan konstitusi tidak dapat maju untuk masa jabatan ketiga secara beruntun.

Menjelang pemilu tersebut, persaingan sejumlah tokoh politik mulai terlihat dalam berbagai survei.

Ketua Fraksi National Rally di parlemen, Marine Le Pen, disebut unggul cukup jauh dari sejumlah pesaingnya.

Berdasarkan survei Toluna Harris Interactive pada 18–19 Agustus 2026, Le Pen diproyeksikan meraih sekitar 35 hingga 38 persen suara.

Sementara itu, tokoh kelompok kiri Jean-Luc Melenchon berada di posisi berikutnya dengan proyeksi dukungan sekitar 16 hingga 17 persen.

Lecornu sendiri menegaskan tidak ingin pemerintahannya terganggu oleh dinamika pencalonan presiden dan memilih tetap berkonsentrasi pada tugas pemerintahan.

ANTARA