BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, meminta pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan tetap diperkuat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.
Menurut Faridawaty, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama ketika kualitas udara memburuk. Sekolah juga perlu menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi lingkungan dan perkembangan kualitas udara.
“Dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, pengawasan pendidikan harus tetap dilakukan. Yang paling utama adalah memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya, tetapi kesehatan dan keselamatan mereka juga harus menjadi prioritas,” ujar Faridawaty, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia mengapresiasi langkah pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan ketika kondisi udara tidak memungkinkan siswa beraktivitas di luar rumah. Namun, pelaksanaannya tetap perlu dipantau agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua.
Faridawaty juga meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta instansi terkait dalam menentukan kegiatan pembelajaran, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
“Jangan sampai anak-anak dipaksakan berada di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat. Keputusan terkait pembelajaran harus berdasarkan data kualitas udara dan mengutamakan keselamatan siswa,” tegasnya.
Ia berharap penanganan karhutla dapat segera membuahkan hasil sehingga kabut asap berkurang dan aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.
“Harapan kita karhutla segera teratasi, kualitas udara membaik, sehingga anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (MARINI/y)









