BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia atau PB PODSI mendorong Pengprov PODSI Kalimantan Tengah memperkuat pembinaan atlet usia muda melalui program talent scouting yang dilakukan secara terencana.
Sekretaris Jenderal PB PODSI, Edy Suyono, mengatakan pencarian bibit atlet tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PODSI Kalteng di Hotel Luwansa Palangka Raya pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut Edy, karakteristik olahraga dayung yang memiliki sejumlah nomor, seperti rowing, canoeing dan dragon boat, membutuhkan sistem pencarian bakat yang tepat.
"Talent scouting harus disesuaikan dengan karakteristik nomor rowing, canoeing, dan dragon boat," ujarnya.
Ia menegaskan, Pengcab PODSI di kabupaten dan kota memiliki peran penting dalam menemukan calon atlet potensial. Pembinaan harus dilakukan secara rutin sehingga atlet dapat dipersiapkan sejak usia muda.
Edy menyebut atlet junior dapat digenjot melalui program pembinaan jangka pendek. Sementara itu, pembinaan atlet senior membutuhkan waktu lebih panjang, setidaknya empat tahun.
Persoalan pembinaan atlet juga menjadi perhatian peserta Rakerprov. Bagio, salah satu peserta, mengatakan berhentinya program PPLP menjadi tantangan tersendiri dalam mencari dan menyiapkan atlet baru di Kalteng.
Ia menilai pelaksanaan Porprov ke depan juga perlu memberikan ruang lebih luas bagi nomor-nomor perorangan, tidak hanya dragon boat. Dengan demikian, kemampuan atlet dari setiap kabupaten dan kota dapat terlihat.
"Sejumlah daerah seperti Lamandau dan Kotawaringin Barat memiliki potensi atlet yang dapat dikembangkan lebih jauh apabila mendapatkan pembinaan secara konsisten," ujarnya.
PB PODSI, lanjut Edy, siap membantu Pengprov PODSI Kalteng dalam memperkuat sarana latihan, termasuk pemenuhan peralatan dayung.
Selain sarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti pelatih, wasit dan pengurus juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun prestasi.
Edy berharap sistem talent scouting dan pembinaan berkelanjutan tersebut dapat menjadi fondasi bagi Kalteng untuk kembali melahirkan atlet dayung yang mampu bersaing di tingkat nasional. (TESTI PRISCILLA/y)









