BORNEONEWS, Palangka Raya - BPBD Provinsi Kalimantan Tengah mengoperasikan empat helikopter water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan armada tersebut difokuskan pada titik-titik yang dinilai strategis.
“Operasi water bombing saat ini kita arahkan terutama untuk mengamankan Center of Gravity di Palangka Raya, sehingga dampak karhutla tidak sampai mengganggu operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut,” sebut Toyib dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Senin, 31 Agustus 2026.
Selain empat helikopter water bombing, Satgas Udara BPBD Provinsi Kalimantan Tengah mengoperasikan dua helikopter patroli, satu helikopter untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta satu pesawat Casa 212 untuk mendukung pelaksanaan OMC.
Ahmad menegaskan operasi pemadaman udara perlu berjalan beriringan dengan penanganan di darat agar titik api dapat dikendalikan secara optimal.
“Setiap operasi dari udara harus diikuti pergerakan pasukan di darat. Dengan begitu, titik api yang sudah ditekan dari udara dapat segera ditangani sampai benar-benar padam,” tegasnya. (HERMAWAN DP/R)
BPBD Kalteng Operasikan 4 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
Luas Karhutla Kalteng 2026 Sekitar 15 Kali Lipat Tahun Lalu, Seruyan dan Kotim Melonjak Tajam
OJK Kalteng Perkuat Inklusi Keuangan hingga Desa, Sasar Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Menkes Apresiasi Penanganan ISPA Pemko Palangka Raya di Tengah Kabut Asap
Polusi Udara Kalteng Tertinggi, Saat Menkes RI Kunjungan Ke Kota Palangka Raya
Menkes Ungkap Dampak Kabut Asap di Kalteng, Pasien Masuk RS Naik Tiga Kali Lipat
Komentar (0)
Memuat komentar…







