BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kalimantan Tengah kian berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencatatkan rekor tertinggi, di mana Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengonfirmasi sebanyak 2.638 kasus ISPA telah ditangani hanya dalam rentang waktu dua pekan terakhir.
Kondisi udara yang memburuk berbanding lurus dengan kian meluasnya titik api di berbagai wilayah. Secara kumulatif di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah warga yang terserang gangguan pernapasan ini bahkan sudah menyentuh angka puluhan ribu orang.
Situasi darurat ini memicu kekhawatiran lantaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah Kalimantan telah menembus angka di atas 300. Tingkat pencemaran udara pada skala tersebut masuk dalam kategori berbahaya, yang tidak hanya mengancam kelompok rentan tetapi juga dapat membuat orang sehat cepat merasa lelah serta mengalami penurunan daya tahan tubuh secara drastis.
Menanggapi krisis kesehatan yang kian meluas ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Agus Waluyo, menegaskan keterkaitan langsung antara kepungan asap karhutla dengan lonjakan warga yang jatuh sakit. Pihaknya pun meluncurkan portal pemantauan khusus di laman dinkes.kapuaskab.go.id/web/pemantauan-ispa-karhutla untuk menyajikan data real-time kasus ISPA dan kualitas udara bagi publik.
"Peningkatan kasus ISPA ini sejalan dengan meluasnya karhutla di daerah kita. Portal pemantauan ini dihadirkan agar dapat menjadi bahan evaluasi bersama, sekaligus mendorong peningkatan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan yang lebih cepat di tengah masyarakat," ujar dr. Agus Waluyo, Senin, 31 Agustus 2026.
Sebagai langkah tanggap darurat pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gejala sesak napas berat, Pemerintah Kabupaten Kapuas telah mendirikan fasilitas Rumah Oksigen. Posko layanan kesehatan darurat ini dipusatkan di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, dan dapat diakses langsung oleh warga yang membutuhkan bantuan pernapasan medis.
Masyarakat diimbau keras untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi kegiatan di luar rumah bagi anak-anak dan lansia, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk, pilek, maupun sesak napas. (SABRIANOOR/j)









