BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pelayanan kesehatan lini depan di tingkat desa terus diperkuat untuk menekan potensi penyebaran penyakit menular maupun tidak menular. UPT Puskesmas Tamban Baru menggelar Kegiatan Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular serta Pelaksanaan Imunisasi Tahun 2026 di Kecamatan Tamban Catur, Senin, 31 Agustus 2026.
Program peningkatan kapasitas ini dirancang untuk memperkaya pengetahuan serta keterampilan teknis para kader posyandu dan kesehatan masyarakat. Melalui pembekalan ini, kader diharapkan tidak hanya sekadar membantu pencatatan administratif, melainkan mampu melakukan deteksi dini potensi penyakit dan mengedukasi warga tentang pentingnya cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak.
Keberadaan kader kesehatan dinilai amat krusial karena posisi mereka yang bersentuhan langsung dengan aktivitas harian warga pedesaan. Pembekalan mendalam mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengenalan gejala awal penyakit menjadi kunci agar potensi wabah maupun penyakit degeneratif dapat diintervensi sebelum memburuk.
Langkah pemberdayaan ini juga ditujukan untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan publik yang tersedia di posyandu maupun puskesmas setempat. Edukasi persuasif dari kader tepercaya diharapkan mampu mengikis keraguan orangtua terhadap program imunisasi anak.
Camat Tamban Catur, Syaiful Fadjri, yang hadir mengapresiasi penguatan kapasitas kader kesehatan tersebut. Ia menekankan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi erat di tingkat tapak.
"Pencegahan penyakit bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita bangun kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, melakukan deteksi dini terhadap penyakit, serta mendukung pelaksanaan imunisasi agar anak-anak kita mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini," kata Syaiful. (SABRIANOOR/J)









