BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Karhutla dilaporkan terjadi di kawasan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Senin, 31 Agustus 2026. Kebakaran lahan tersebut dilaporkan cukup luas dan menjadi perhatian karena lokasinya masih berada dalam jangkauan kawasan permukiman warga.
Informasi kejadian diterima dari warga yang melintas sekitar pukul 12.52 WIB. Berdasarkan laporan awal di lapangan, jarak titik kebakaran dengan rumah warga untuk saat ini masih cukup jauh. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai apabila api terus berkembang dan meluas.
Yudi, relawan setempat, mengatakan kondisi angin menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Jika kebakaran dibiarkan, angin deras dikhawatirkan dapat membuat api lebih cepat menyebar dan meluas hingga mendekati area perumahan, meski saat ini jaraknya masih cukup jauh.
"Sementara cukup jauh. Tapi kalau dibiarkan, didukung angin deras, lekas menyebar dan meluas. Lambat waktu sampai ke area perumahan, walau cukup jauh untuk saat ini," ungkap Yudi.
Kendala lainnya adalah ketersediaan sumber air. Sumber air terdekat diperkirakan berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari titik kebakaran, sementara debit air di lokasi tersebut dilaporkan tidak cukup banyak. Karena itu, dukungan unit tangki dinilai diperlukan untuk menunjang proses pemadaman.
Akses kendaraan roda empat menuju lokasi masih memungkinkan, tetapi kendaraan disebut tidak dapat melakukan putar balik maupun mundur untuk keluar dari titik kejadian. Jalur keluar diarahkan menuju jalan di kawasan SMAN 1 Kapuas Hilir. Hingga kini, upaya penanganan masih dilakukan, sementara penyebab kebakaran dan luasan pasti lahan yang terdampak belum diketahui. (SABRIANOOR/J)








