JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan terbaru terhadap pasukan Iran dilakukan untuk mencegah penebaran ranjau di Selat Hormuz yang dinilai dapat mengancam pelayaran komersial.

Dalam pernyataan melalui platform X, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan secara terbatas dan presisi terhadap unsur Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Pasukan AS melakukan tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan IRGC yang melakukan penebaran ranjau dan menimbulkan ancaman langsung di Selat Hormuz,” demikian pernyataan CENTCOM.

Militer AS menyatakan tindakan tersebut ditujukan untuk melindungi jalur pelayaran komersial dan menjaga kelancaran arus perdagangan melalui Selat Hormuz.

Sebelumnya, kantor berita Iran Fars melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Pulau Larak, Iran, yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, jurnalis Axios Barak Ravid, dengan mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa serangan Amerika Serikat diduga menyasar peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Di sisi lain, Press TV melaporkan bahwa Iran kemudian meluncurkan rudal ke kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat.

Hingga kini, klaim mengenai sasaran serangan maupun dampak yang ditimbulkan masih berasal dari pernyataan masing-masing pihak dan belum dikonfirmasi secara independen.

ANTARA