KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kawasan Mampai, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, diselimuti asap tebal pada Senin sore, 31 Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan meluas di kawasan tersebut.

Asap pekat membuat jarak pandang di sekitar lokasi terbatas. Dari kondisi di lapangan, kobaran api juga dilaporkan semakin sulit dikendalikan seiring hembusan angin yang cukup kencang.

Upaya pemadaman masih dilakukan, namun petugas dan relawan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya mesin pemadam dilaporkan kehabisan bahan bakar sehingga proses penanganan membutuhkan dukungan tambahan.

Relawan setempat, Abay, mengatakan kebutuhan peralatan juga menjadi persoalan di tengah upaya mengendalikan api. “Mereka kekurangan selang dan mesin,” ungkap Abay.

Menurut informasi di lapangan, sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan selang dengan panjang yang memadai agar air dapat disalurkan ke lokasi api.

Hingga Senin sore, proses pemadaman masih berlangsung dan belum sepenuhnya terbebas dari kendala. Angin yang kencang dikhawatirkan membuat api lebih cepat menjalar, sementara dukungan mesin, bahan bakar, dan selang masih dibutuhkan untuk memperkuat upaya penanganan karhutla di kawasan Mampai. (SABRIANOOR/y)