PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak ke luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan.

“Karena ada peningkatan kabut asap, kami mengimbau kepada masyarakat, karena asap tebal sebaiknya tidak keluar rumah kalau tidak penting. Kalau keluar rumah pun harus memakai masker,” ujar Riduan, Senin, 31 Agustus 2026.

Riduan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap melanda. Warga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.

Menurutnya, Pemko Palangka Raya melalui Dinkes telah menyiapkan layanan kesehatan di 11 Puskesmas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk layanan ruang oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas. Layanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan menyiapkan 11 Puskesmas yang bisa dimanfaatkan warga jika mengalami sesak, ke ruang oksigen. Jadi gratis jika sewaktu-waktu memerlukan,” jelasnya.

Selain itu, Riduan menyampaikan terdapat empat Puskesmas yang memberikan pelayanan selama 24 jam. Dinkes juga menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) agar sejumlah bidan praktik turut membuka layanan oksigen.

"Sehingga masyarakat memiliki lebih banyak akses untuk mendapatkan pertolongan apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap," pungkasnya. (MARINI/H)