BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan cadangan air sebanyak 20.000 liter di Posko Karhutla, depan Kantor Bupati Barito Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat dukungan air bagi tim gabungan ketika bergerak menangani titik kebakaran.
Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu bersama Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, didampingi Sekretaris BPBD Damkar Barito Timur Yulli Hefirianti, memastikan kesiapan tangki portabel dan sejumlah sarana pendukung penanganan karhutla, Senin, 31 Agustus 2026.
Pengecekan dilakukan di Kantor BPBD Damkar Barito Timur untuk memastikan seluruh peralatan pemadaman dalam kondisi layak pakai. Pemerintah daerah tidak hanya memeriksa kondisi fisik peralatan, tetapi juga menata kembali sarana tersebut agar lebih mudah dimobilisasi ketika terjadi kebakaran.
Adi Mula mengatakan pemeriksaan menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah meningkatnya perhatian terhadap ancaman karhutla dan kabut asap di Barito Timur. Kesiapan peralatan, menurutnya, menjadi faktor penting agar petugas tidak kehilangan waktu ketika menerima laporan kebakaran.
"Hari ini ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan yaitu pertama kita ke BPBD Damkar untuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana atau inventaris alat-alat penunjang tanggap karhutla, di mana kami mengecek alat-alat pemadam kebakaran yang layak digunakan untuk mengatasi karhutla," ujarnya saat diwawancarai.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh peralatan dinyatakan dalam kondisi baik dan tidak ditemukan kerusakan yang menghambat penggunaannya. Setelah pengecekan selesai, sejumlah sarana kemudian digeser ke Posko Karhutla yang berada di depan Kantor Bupati Barito Timur.
"Setelah kita cek semua aman terkendali dan sudah kita gelar semua, tidak ada kerusakan. Setelah melalui pengecekan, alat-alat tersebut kita geser ke posko karhutla di depan Kantor Bupati Barito Timur," katanya.
Salah satu sarana yang menjadi perhatian dalam kesiapsiagaan tersebut ialah dua tangki portabel dengan kapasitas masing-masing 15.000 liter dan 5.000 liter. Jika terisi penuh, kedua tangki itu mampu menyediakan cadangan air hingga 20.000 liter untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.
Tangki tersebut ditempatkan di depan Kantor Bupati Barito Timur agar persediaan air dapat disiapkan pada lokasi yang mudah dijangkau dan dimobilisasi. Keberadaan cadangan air di posko diharapkan dapat membantu tim gabungan mempercepat respons saat harus bergerak menuju lokasi kebakaran.
"Jadi yang tangki portabel digelar di depan kantor bupati untuk diisi air yang menjadi persediaan air dengan total kapasitas 20.000 liter dalam penanganan karhutla," jelas Wakil Bupati.
Untuk memastikan tangki selalu dapat diisi, pemerintah daerah menggandeng pihak perusahaan untuk membantu penyediaan pasokan air. Saat ini, Pemkab Barito Timur juga tengah menyiapkan kendaraan yang akan digunakan untuk mendukung proses mobilisasi air menuju tangki portabel.
"Nanti ada dari perusahaan yang membantu suplai air. Kita lagi menyiapkan mobilisasi airnya," ungkapnya.
Selain tangki portabel, BPBD Damkar Barito Timur juga menyiapkan unit pengolahan air portabel, pompa jinjing, alat penyemprot jinjing dan sejumlah perlengkapan lain yang dibutuhkan dalam operasi pemadaman. Seluruh sarana tersebut menjadi bagian dari dukungan teknis bagi personel yang bertugas di lapangan.
Kesiapan sarana pemadaman juga diperkuat melalui sinergi dengan unsur TNI. Kehadiran Danyon TP 924/Uria Mapas dalam pengecekan tersebut menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla yang membutuhkan respons cepat dan dukungan personel maupun peralatan.
Di tengah upaya memperkuat kesiapan operasional, Wakil Bupati mengingatkan personel yang bertugas agar tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, upaya melindungi masyarakat dari dampak karhutla harus diimbangi dengan perlindungan terhadap petugas yang bekerja di lokasi kebakaran.
"Memang saat ini kita dituntut untuk melayani masyarakat dalam mengatasi dampak karhutla. Semoga karhutla ini cepat berlalu dan anak-anak yang terlibat di lapangan tetap menjaga kesehatan, keselamatan, menggunakan APD (alat pelindung diri), serta mematuhi prosedur yang berlaku selama penanganan," tegasnya.
Pemerintah daerah berharap kesiapan cadangan air, peralatan pemadaman dan dukungan lintas sektor tersebut dapat memperpendek waktu respons ketika karhutla kembali muncul. Dengan sarana yang telah diperiksa dan ditempatkan di lokasi strategis, tim gabungan diharapkan dapat bekerja lebih cepat, efektif dan terukur dalam mengendalikan kebakaran.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemkab Barito Timur bersama BPBD Damkar, TNI, pihak perusahaan dan unsur terkait lainnya untuk menghadapi potensi karhutla. Pemerintah daerah menilai koordinasi dan kesiapan sejak dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









