SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan akan mengawal dukungan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebesar Rp50 juta untuk setiap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan kecamatan. Anggaran tersebut diharapkan segera direalisasikan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lapangan. 

"Tentu kami menyambut baik dukungan tersebut. Sekarang yang perlu kita pastikan bersama adalah realisasinya, penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar membantu penanganan di lapangan," kata Sekretaris Komisi II DPRD Kotim M Kurniawan Anwar, Senin, 31 Agustus 2026.

Lanjutnya, dukungan anggaran tersebut disampaikan kepala daerah melalui Pj Sekda dalam rapat kompilasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Dijelaskan, anggaran Rp50 juta tersebut disiapkan bagi kecamatan dan OPD yang terlibat dalam penanganan karhutla dialokasikan di luar Belanja Tidak Terduga (BTT).

Kurniawan menilai dukungan anggaran tambahan dibutuhkan mengingat penanganan karhutla saat ini membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

Kebutuhan tersebut antara lain bahan bakar minyak (BBM), alat pelindung diri (APD), konsumsi, peralatan pemadaman serta kebutuhan lainnya bagi petugas dan relawan.

"Operasional pemadaman, APD, BBM, konsumsi, peralatan serta kebutuhan petugas dan relawan harus menjadi perhatian," ujarnya.

Ia mengingatkan agar dukungan anggaran yang telah disiapkan tidak berhenti pada alokasi di atas kertas. Penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan.

"Jangan sampai anggaran tersedia, tetapi kebutuhan di lapangan justru tidak terpenuhi atau penggunaannya tidak tepat sasaran," tegasnya.

Sebagai bagian dari Badan Anggaran DPRD Kotim, Kurniawan memastikan pihaknya akan turut memantau realisasi dan penggunaan dukungan anggaran tersebut.

Pengawasan, menurutnya, diperlukan agar anggaran penanganan karhutla dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak langsung terhadap upaya pemadaman maupun pencegahan kebakaran.

"Kita kawal bersama. Tujuannya bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar bekerja untuk penanganan karhutla dan sampai kepada kebutuhan yang paling prioritas," pungkas legislator Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. (DEWI PATMALASARI/H)