JEPARA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memprioritaskan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di lima provinsi dengan angka stunting tinggi.

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati dalam diskusi tentang peran TPK dalam distribusi MBG 3B di Jakarta, Senin 31 Agustus 2026 menyampaikan bahwa lima provinsi tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten.

"Daerah dengan stunting tinggi ini ada di lima provinsi di 141 kabupaten/kota secara keseluruhan ya, kemudian ada di 30.676 desa atau kelurahan dengan jumlah penerima manfaat 7.001.015 jiwa, dengan rincian 625.886 ibu hamil, 1,61 juta ibu menyusui, dan 4,76 juta balita," katanya.

Wahyuniati menjelaskan penetapan daerah dengan stunting terbanyak merujuk pada hasil konsinyering perbaikan tata kelola Program MBG per tanggal 3 Agustus 2026 sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memenuhi gizi dan mencegah stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau usia 0-2 tahun.

Untuk mendukung distribusi Program MBG 3B, Kemendukbangga/BKKBN telah mengidentifikasi modalitas yang dimiliki melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Dari 344.417 jumlah TPK seluruh Indonesia, jumlah TPK yang mendistribusikan MBG 3B baru 106.261 orang.

Namun Wahyuniati menyampaikan bahwa pemberian insentif kepada TPK sebesar Rp1.000 per ompreng masih belum diberikan kepada para kader secara optimal, di mana masih ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memberikan insentif di bawah ketentuan.

"Masih ada SPPG yang memberikan insentif di bawah ketentuan petunjuk teknis (juknis) Rp1.000 per sasaran. Selain itu, juga masih ada keterlambatan pembayaran insentif, dan belum ada mekanisme yang seragam dalam pembayaran insentif tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 18 Agustus 2026, sudah ada 10,8 juta penerima manfaat MBG dari kelompok 3B yang telah mendapatkan makanan untuk peningkatan kualitas gizi anak bangsa itu.

Proyeksi sasaran MBG 3B berdasarkan konsinyering perbaikan tata kelola BGN yakni 21,9 juta penerima manfaat, dengan rincian 2,4 juta ibu hamil; 2,7 juta ibu menyusui; dan 16,7 juta balita non-PAUD.

ANTARA