BORNEONEWS, Jakarta – Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mendorong agar keluarga petugas pemadam kebakaran maupun petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang gugur saat bertugas mendapatkan bantuan perumahan.
Menurut Hashim, keluarga yang ditinggalkan para petugas tersebut perlu mendapatkan perhatian, terutama apabila belum memiliki rumah.
“Ada beberapa petugas, petugas pemadam kebakaran yang meninggal, saya dengar. Sekarang tinggal jandanya yang belum berumah. Saya kira kita harus cari mereka itu,” ujar Hashim dalam acara Penyerahan 30 Sertifikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia juga menyoroti petugas yang gugur ketika menangani karhutla di sejumlah daerah.
“Terus saya dengar petugas-petugas yang melawan karhutla di tengah kebakaran-kebakaran hutan ada juga yang hilang nyawanya. Kita harus bantu keluarganya, jandanya yang ditinggal,” katanya.
Hashim menyampaikan hal tersebut saat menghadiri program Penyerahan 30 Sertifikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan yang diselenggarakan Yayasan Pahlawan Hidup Sejahtera Indonesia Emas (PHSI).
Ia mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai telah berjasa bagi negara maupun masyarakat.
“Hari ini, saya berbangga saya ikut dalam Yayasan PHSI. Saya terus terang saja, pencetus ide ini adalah Ketua Yayasan PHSI Ibu Sofia Koswara,” kata Hashim.
Penerima sertifikat rumah dalam program tersebut antara lain legenda tinju Indonesia Ellyas Pical, legenda sepak bola Rully Nere, mantan atlet, veteran perang serta keluarga veteran.
Acara juga dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari serta sejumlah pihak lainnya.
Pernyataan Hashim mengenai keluarga petugas karhutla disampaikan di tengah meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat peningkatan titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP. Panjaitan menyebut peningkatan titik panas di tiga provinsi tersebut turut diikuti penurunan jarak pandang yang berkisar satu hingga dua kilometer.
Sementara di wilayah Sumatera, jumlah titik api secara umum disebut relatif menurun, meski Sumatera Selatan masih mencatat peningkatan titik panas.
ANTARA









