BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sejumlah peristiwa penting yang turut memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat sepanjang Agustus 2026.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan catatan tersebut dalam pemaparan Berita Resmi Statistik BPS Kalteng. Beberapa peristiwa yang menjadi perhatian antara lain penyesuaian harga BBM nonsubsidi, kekeringan air sungai, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta meningkatnya permintaan daging ayam ras.
Toto menjelaskan, salah satu perkembangan yang terjadi pada awal Agustus adalah penyesuaian tarif BBM nonsubsidi oleh Pertamina. Penyesuaian tersebut berlaku mulai 1 Agustus 2026 dan mencakup penurunan harga untuk jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.
“Penyesuaian harga BBM menjadi salah satu peristiwa yang tercatat dalam perkembangan ekonomi pada Agustus,” kata Toto dalam penyampaian berita resmi statistik pada Selasa, 1 September 2026.
Selain itu, kondisi kekeringan air sungai juga menjadi perhatian. Kekeringan turut berdampak terhadap kelancaran distribusi sejumlah kebutuhan energi, terutama BBM dan LPG di Kalimantan.
Berdasarkan catatan yang dipaparkan BPS, kelangkaan BBM dan LPG dipengaruhi terhambatnya kapal-kapal yang selama ini mengandalkan jalur sungai untuk mengangkut BBM.
Di sisi lingkungan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama Agustus juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
BPS mencatat, karhutla berdampak terhadap produksi pertanian, terutama komoditas hortikultura seperti ketimun, jagung, dan terong.
“Dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap produksi pertanian,” kata Toto dalam pemaparannya.
Sementara itu, dari sisi konsumsi masyarakat, BPS juga mencatat adanya peningkatan permintaan daging ayam ras.
Peningkatan tersebut antara lain berkaitan dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan masyarakat setelah periode libur sekolah. Permintaan juga didorong kebutuhan konsumsi untuk sejumlah kegiatan, termasuk peringatan Maulid Nabi, Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Toto, berbagai peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam membaca dinamika ekonomi Kalimantan Tengah. Perubahan harga energi, gangguan distribusi akibat kondisi alam, dampak karhutla terhadap produksi pertanian, hingga perubahan permintaan komoditas pangan dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan perkembangan harga di daerah.
Karena itu, BPS terus mencermati berbagai perkembangan tersebut sebagai bagian dari penyusunan statistik dan pemantauan kondisi ekonomi Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









