PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Launching dan Focus Group Discussion (FGD) Keberlanjutan Operasi Jaringan Perpipaan Air Bersih di Desa Habeahan pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Tahun 2026 yang berjudul “Optimalisasi Sumber Air Perbukitan melalui Program Pipanisasi sebagai Upaya Mitigasi Bencana Kekeringan di Desa Habeahan.”

Program tersebut dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf dengan anggota Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D.; Ir. Yusak Maryunianta, M.P.; Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., IPM.; Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D.; dan Nur Ulina Warnisyah Sebayang, M.Agr. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Habeahan, Rusman Sihombing, serta masyarakat penerima manfaat jaringan perpipaan air bersih, khususnya warga Dusun I dan Dusun II.

Kepala Desa Habeahan menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.

Dalam sambutannya, Rusman Sihombing menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim USU atas kontribusi nyata dalam membantu masyarakat memperoleh akses air bersih, terutama ketika menghadapi musim kemarau. Kehadiran jaringan perpipaan tersebut dinilai menjadi solusi penting bagi permasalahan keterbatasan air yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Habeahan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., IPM. Ia memberikan apresiasi terhadap tingginya semangat dan partisipasi masyarakat dalam membangun jaringan perpipaan melalui kegiatan gotong royong. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan sekaligus menjamin keberlanjutan program. Pembangunan infrastruktur air bersih tidak hanya membutuhkan dukungan teknis, tetapi juga rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dari seluruh penerima manfaat.

FGD dipimpin oleh Ir. Yusak Maryunianta, M.P. dan berlangsung secara partisipatif. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan pengalaman, tanggapan, serta manfaat yang telah dirasakan sejak jaringan perpipaan mulai beroperasi. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun mereka mengalami kesulitan memperoleh air bersih ketika memasuki musim kemarau. Kehadiran jaringan perpipaan tersebut kini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Manfaat program terutama dirasakan oleh para ibu rumah tangga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan memenuhi kebutuhan domestik lainnya. Ketersediaan air bersih yang lebih mudah dijangkau tidak hanya mengurangi beban kerja rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan sanitasi, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat Desa Habeahan.

Sebagai tindak lanjut untuk menjamin keberlanjutan program, Kepala Desa Habeahan memaparkan rencana pembentukan tim pengelola jaringan air bersih di tingkat desa. Tim tersebut akan ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Kepala Desa dan bertanggung jawab terhadap pengoperasian, pemantauan, serta pemeliharaan jaringan perpipaan. Pemerintah desa bersama masyarakat juga merencanakan penerapan iuran sekitar Rp3.000 per meter kubik air bagi setiap penerima manfaat. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai kebutuhan listrik serta pemeliharaan dan perbaikan jaringan perpipaan.

Pembentukan kelembagaan pengelola dan penerapan iuran operasional merupakan langkah strategis agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara adil, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui kesepakatan bersama tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih di Desa Habeahan.

Kegiatan launching dan FGD ditutup dengan doa bersama. Program pipanisasi ini diharapkan menjadi bentuk mitigasi kekeringan berbasis potensi sumber daya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan air serta kesejahteraan masyarakat perdesaan. (TESTI PRISCILLA/j)