KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mencatat sebanyak 2.638 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ditangani dalam dua pekan terakhir di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk memperkuat pemantauan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Kesehatan juga menghadirkan portal khusus yang memuat perkembangan kasus ISPA dan kualitas udara.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Agus Waluyo mengatakan, portal tersebut menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kualitas udara terkini.

“Portal ini sangat krusial bagi masyarakat di tengah darurat kabut asap yang melanda wilayah tersebut,” kata Agus di Kuala Kapuas, Selasa, 1 September 2026.

Portal yang dapat diakses melalui laman resmi Dinas Kesehatan Kapuas tersebut menyajikan data kasus ISPA serta kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Menurut Agus, lonjakan kasus ISPA menjadi perhatian serius. Dalam kurun dua pekan, sebanyak 2.638 kasus telah ditangani dan menjadikan ISPA sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi dalam periode tersebut.

“Portal ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan mendorong peningkatan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan di daerah,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk memahami kategori ISPU sebagai indikator kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan.

ISPU kategori baik berada pada rentang 0–50, sedangkan kategori sedang 51–100. Nilai 101–200 termasuk tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Ketika kualitas udara memburuk, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan berisiko mengalami dampak kesehatan lebih besar.

Masyarakat diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, membatasi kegiatan luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan, serta menjaga kondisi tubuh dengan makanan bergizi dan istirahat cukup.

Warga juga diimbau memantau perkembangan ISPU sebelum beraktivitas.

“Jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Agus.

Pemkab Kapuas juga telah menyediakan Rumah Oksigen di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, sebagai fasilitas pertolongan awal bagi masyarakat yang mengalami sesak napas akibat paparan kabut asap.

Keberadaan portal pemantauan tersebut diharapkan membantu pemerintah maupun masyarakat mengambil langkah lebih cepat dalam menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla yang masih berlangsung.