BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) melakukan pengambilan sampel air Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh data kualitas air, sekaligus memperkuat pemantauan kondisi lingkungan di kawasan Sungai Sekonyer yang memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting.
Pengambilan sampel dilakukan di sejumlah titik, yakni Muara Ali, Natai Lengkuas, Dermaga Desa Sungai Sekonyer, hingga kawasan Camp Leakey. Sampel yang diperoleh kemudian dibawa ke Laboratorium Lingkungan DLH Kobar untuk menjalani pengujian berdasarkan parameter kualitas air yang diperiksa.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kobar, Dewi Sinta, mengatakan pengambilan sampel secara langsung diperlukan untuk mendapatkan gambaran kondisi air berdasarkan data hasil pengukuran dan pengujian.
“Kondisi air sungai tidak cukup dilihat dari apa yang tampak. Melalui pengambilan dan pengujian sampel, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kualitas air. Data ini penting sebagai bagian dari pemantauan lingkungan,” ujar Dewi, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, proses pengambilan sampel menjadi bagian penting untuk menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, petugas tetap melakukan perjalanan menuju sejumlah titik pengambilan sampel meski kondisi dan jarak di lapangan menjadi tantangan tersendiri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara DLH Kobar dan Balai TNTP. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat pemantauan lingkungan, khususnya di kawasan yang kondisi sungainya memiliki pengaruh terhadap ekosistem di sekitarnya.
Kepala DLH Kobar, Syahyani, mengatakan pemantauan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama di kawasan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan.
“Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kerja sama seperti ini penting agar pemantauan dapat dilakukan bersama dan kondisi lingkungan dapat kita pahami dengan lebih baik melalui data yang ada,” kata Syahyani.
Selain pemantauan melalui pengujian sampel, upaya menjaga kualitas Sungai Sekonyer juga membutuhkan kepedulian seluruh pihak untuk mencegah pencemaran.
Aktivitas manusia di sekitar sungai dapat memengaruhi kondisi lingkungan apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan kelestarian ekosistem. Karena itu, DLH Kobar mengajak pemerintah, lembaga terkait, masyarakat, serta pihak yang beraktivitas di sekitar sungai untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Sekonyer.
Tidak membuang sampah maupun limbah sembarangan, menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga sungai tetap bersih, sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem di sekitarnya. (DANANG/j)









