BORNEONEWS, Palangka Raya – Nilai Tukar Petani atau NTP Gabungan Provinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 mencapai 139,53. Angka tersebut meningkat 1,88 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada di level 136,95.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan peningkatan NTP menunjukkan adanya perbaikan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi petani.
“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan,” kata Toto dalam pemaparan perkembangan NTP Kalteng Agustus 2026 pada Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, kenaikan NTP Gabungan Kalteng pada Agustus didorong meningkatnya nilai tukar pada sejumlah subsektor pertanian.
Subsektor tanaman pangan mengalami peningkatan sebesar 0,75 persen. Kemudian subsektor hortikultura naik 3,83 persen dan tanaman perkebunan rakyat meningkat 2,44 persen.
Toto menjelaskan, NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib). Indikator ini menggambarkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan petani.
NTUP juga meningkat
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP Kalteng pada Agustus 2026 juga mengalami peningkatan.
NTUP tercatat naik 1,33 persen, dari 140,94 pada Juli menjadi 142,82 pada Agustus 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kemampuan usaha rumah tangga pertanian dalam memenuhi kebutuhan biaya produksi dibandingkan bulan sebelumnya.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) perdesaan di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan 0,30 persen pada Agustus 2026.
Kenaikan IKRT tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 1,80 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen.
“Perkembangan NTP, NTUP dan IKRT ini menjadi gambaran mengenai kondisi daya beli serta perubahan biaya yang dihadapi rumah tangga petani di perdesaan,” ujar Toto.
Dengan capaian tersebut, NTP Gabungan Kalteng pada Agustus 2026 berada pada posisi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, seiring membaiknya nilai tukar pada sejumlah subsektor utama pertanian. (TESTI PRISCILLA/j)









