BORNEONEWS, Washington – Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menegaskan negaranya memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan global, termasuk yang dinilai datang dari China.
Meski menempatkan China sebagai salah satu rival utama, Vance mengatakan Washington tetap berupaya mempertahankan hubungan yang positif dengan Beijing di tengah berbagai perbedaan kepentingan.
“Kami jelas cukup kuat untuk menghadapi ancaman di seluruh dunia, termasuk dari China,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News.
Menurut Vance, Amerika Serikat mengakui China memiliki sejumlah ambisi yang berseberangan dengan kepentingan Washington. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat hubungan kedua negara harus terus berada dalam situasi konfrontatif.
Pemerintah AS, kata dia, tetap berupaya menjaga komunikasi dan hubungan dengan Beijing sembari mempertahankan kepentingan strategis Amerika.
Sebelumnya pada Maret 2026, Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe menyebut Rusia dan China sebagai dua pesaing utama Amerika Serikat.
Pernyataan Vance menunjukkan Washington masih memandang China sebagai tantangan strategis, tetapi pada saat yang sama tetap membuka ruang hubungan bilateral di tengah persaingan kedua negara.
ANTARA









