BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Ir Marukan mengancam menindak pimpinan SKPD jika ia tidak mampu membina bawahannya. Ia menilai jika ada pegawai atau staf yang sering melakukan kesalahan itu merupakan bukti kepala instansi tersebut tidak mampu membina bawahannya.
"Jika masih banyak bawahan yang teledor atau sering melakukan kesalahan, lebih-lebih lagi pelanggaran, maka itu bukti atasannya tak mampu membina," katanya, Jumat (13/1/2017).
Marukan menyatakan, jika ada laporan pegawai yang kerap melakukan pelanggaran dan berulang maka ia tidak ragu menindak, termasuk pimpinannya.
"Saya ingatkan, pempinan yang lama baik pimpinan baru dilantik, tidak bisa lari dari tanggungjawab. Artinya, pimpinan itu pasti akan menanggung resiko atas kesalahan yang diperbuat bawahannya. Karenanya, selaku pimpinan lakukanlah pembinaan yang baik kepada bawahan," kata dia.
Bupati dua periode itu berharap ke depan pimpinan SKPD betul-betul teliti dan konsisten mengawasi internal secara intensif serta tidak mengabaikan potensi masalah di internal setiap SKPD.
"Kalau ada hal yang kurang-kurang itu segera dibenahi, selesaikan, jangan dibiarkan menjadi besar. Pastikan di SKPD masing-masing harus 'Clear and Clear'," tukasnya. (HENDY NURFALAH/B-5)








