BORNEONEWS, Palangka Raya – Aktivitas transportasi di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat jumlah penumpang angkutan udara naik 8,60 persen dibandingkan Juni 2026.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan jumlah penumpang pesawat meningkat dari 133.343 orang pada Juni 2026 menjadi 144.814 orang pada Juli 2026.
“Jumlah penumpang angkutan udara di Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026 meningkat sebesar 8,60 persen dibanding Juni 2026,” kata Toto dalam penyampaian berita resmi statistik pada Selasa, 1 September 2026.
Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya frekuensi penerbangan. BPS mencatat frekuensi penerbangan di Kalteng pada Juli 2026 mencapai 1.863 penerbangan, meningkat 16,88 persen dibandingkan Juni yang sebanyak 1.594 penerbangan.
Selain penumpang, lalu lintas barang melalui angkutan udara juga mengalami peningkatan sebesar 1,97 persen, dari 1.984 ton pada Juni menjadi 2.023 ton pada Juli 2026.
Toto menyebut aktivitas angkutan udara masih terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut. Pada Juli 2026, sebanyak 50,48 persen aktivitas penumpang angkutan udara dan 64,71 persen arus barang tercatat melalui bandara tersebut.
Penumpang Laut Naik Tipis
Sementara itu, aktivitas angkutan laut juga mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah penumpang. Jumlah penumpang kapal laut pada Juli 2026 mencapai 56.041 orang, naik tipis 0,11 persen dibandingkan Juni yang sebanyak 55.979 orang.
Kenaikan jumlah penumpang tersebut terjadi di tengah meningkatnya frekuensi kunjungan kapal ke pelabuhan di wilayah Kalteng. BPS mencatat kunjungan kapal laut mencapai 1.024 kunjungan pada Juli 2026, naik 10,11 persen dibandingkan Juni yang sebanyak 930 kunjungan.
Namun, peningkatan aktivitas kapal dan penumpang tersebut belum diikuti kenaikan arus barang. Lalu lintas barang melalui angkutan laut justru turun 1,93 persen, dari sekitar 2,27 juta ton pada Juni menjadi 2,23 juta ton pada Juli 2026.
“Jumlah penumpang angkutan laut naik sebesar 0,11 persen, sementara lalu lintas barang yang menggunakan angkutan laut turun sebesar 1,93 persen,” ujar Toto.
Untuk angkutan laut, aktivitas penumpang selama Juli 2026 paling banyak terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai, yang menyumbang 78,82 persen dari total aktivitas penumpang.
Sedangkan arus barang paling besar tercatat melalui Pelabuhan Sampit, dengan kontribusi mencapai 59,74 persen.
Data tersebut menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat melalui jalur udara dan laut pada Juli 2026, meskipun pergerakan barang melalui angkutan laut mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya.(TESTI PRISCILLA)



