NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Upaya pencarian Ikhsan Reza Pahlevi, 23, yang tenggelam di Sungai Lamandau, Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan tim gabungan pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan pencarian dilakukan sejak pagi bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD Lamandau, TNI, Polri, Basarnas, Tagana dan masyarakat.

“Pencarian kami lanjutkan pada hari kedua. Tim terlebih dahulu melakukan briefing untuk menentukan pola dan area pencarian,” kata Hendikel.

Penyisiran dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan menyusuri aliran Sungai Lamandau hingga radius kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian. Tim kemudian kembali ke titik awal untuk melakukan manuver pencarian.

Sekitar pukul 08.40 WIB, keberadaan korban akhirnya berhasil ditemukan. Selanjutnya, tim mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Abdul Gani Lamandau.

Hendikel menyebut korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah proses evakuasi di rumah sakit, tim juga melakukan pendampingan ambulans hingga ke kediaman korban.

“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya, Ikhsan dilaporkan tenggelam saat berenang bersama dua rekannya di Sungai Lamandau. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat berada di tengah sungai, korban disebut mengalami lemas. Dua rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil. Kedua teman korban juga sempat mengalami kelelahan dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan bergerak ke lokasi dan melakukan pencarian dengan menyisir sungai serta manuver menggunakan perahu di sekitar titik kejadian.

Dalam operasi pencarian, tim menghadapi kondisi sungai yang dangkal dan banyak terdapat bebatuan sehingga menjadi salah satu kendala dalam proses penyisiran.

Hendikel mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, terlebih saat berenang atau menyeberang.

“Mohon masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Perhatikan kondisi arus, kedalaman dan kemampuan diri sebelum masuk ke sungai,” imbaunya. (NATALIA KRISTIN/H)