PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Masyarakat Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, menggelar Salat Istisqa belum lama ini sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang menyebabkan tanah dan sejumlah sumber air mulai mengering.

Salat Istisqa tersebut dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, sehingga kondisi tanah kembali basah dan sumber air maupun sumur masyarakat dapat terisi kembali.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Di Kecamatan Menthobi Raya melaksanakan Salat Istisqa, memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, menghidupkan kembali tanah yang kering, serta mengisi kembali sumber air dan sumur-sumur milik masyarakat,” kata Rizky.

Menurutnya, kondisi kemarau yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya Karhutla. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan seluruh pihak.

Rizky juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para petugas yang masih berjibaku di lapangan dalam menangani Karhutla di Kabupaten Lamandau.

“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita. Kita sama-sama doakan para petugas yang berjibaku di lapangan diberi kekuatan dan keselamatan dalam menangani bencana Karhutla dan ancaman kekeringan di Kabupaten Lamandau,” ujarnya.

Selain melalui doa, masyarakat diharapkan tetap berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

Pemerintah Kabupaten Lamandau juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan Karhutla selama musim kemarau. (NATALIA KRISTIN/H)