TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lahan milik warga Desa Mangkarap, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Selasa, 1 September 2026. Api membakar sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar, pepohonan liar dan pohon karet.

Informasi kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur dari masyarakat melalui pesan WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang sekitar pukul 17.10 WIB menuju lokasi dan menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit.

Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api menjalar lebih luas. Penanganan berlangsung hingga malam karena kondisi lahan yang terbakar cukup sulit dijangkau, sementara titik sumber air berada relatif jauh dari lokasi kejadian.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan laporan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat respons petugas terhadap kejadian karhutla.

“Begitu informasi kami terima dari masyarakat, tim langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan laporan sangat membantu petugas melakukan penanganan sehingga api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan 11 personel TRC-PB BPBD Barito Timur bersama unsur Damkar Pemda dan Damkar Mako, anggota Polri dari Polsek dan Polres Barito Timur, TNI dari Kodim 1012/Buntok, personel Yonif TP 924/Uria Mapas, Satpol PP, Perumdan Tirta Janang, unsur perangkat daerah gabungan yang tergabung dalam Posko Terpadu Karhutla Barito Timur, serta masyarakat Desa Mangkarap.

Untuk mendukung operasi pemadaman, TRC-PB BPBD mengerahkan dua unit mesin jinjing atau alkon, delapan selang antar, satu unit nozzle, satu unit mobil pikap, mobil operasional rescue, tandon air berkapasitas 1.000 liter, lima unit knapsack sprayer, serta perangkat komunikasi berupa lima unit HT.

Sementara itu, Damkar Pemda dan Damkar Mako mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran yang dilengkapi mesin pompa air, nozzle dan selang antar. Perumdan Tirta Janang turut mendukung operasi dengan mengerahkan satu unit tangki suplai air untuk memenuhi kebutuhan air di lokasi.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi petugas. Vegetasi yang terbakar cukup rimbun, sementara lokasi kebakaran relatif jauh dari sumber air. Proses pemadaman juga berlangsung ketika kondisi mulai gelap sehingga personel harus meningkatkan kewaspadaan selama melakukan penanganan.

“Kendalanya di lapangan semak belukar cukup rimbun, lokasi juga jauh dari titik sumber air, ditambah kondisi sudah mulai gelap. Karena itu personel harus bekerja lebih maksimal untuk memastikan seluruh titik api dapat dipadamkan,” kata Parluhutan.

Vegetasi berupa semak belukar, pepohonan liar dan pohon karet menjadi bahan yang terbakar dalam kejadian tersebut. Kondisi tanah di lokasi terdiri atas tanah mineral dan gambut, sehingga petugas tidak hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan penyisiran dan pembasahan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Setelah berjibaku selama sekitar tiga jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan seluruh titik api. Pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 20.15 WIB, dengan luas lahan yang terbakar sekaligus berhasil ditangani diperkirakan mencapai satu hektare.

Parluhutan mengatakan setelah api dipastikan padam, seluruh unsur yang terlibat terlebih dahulu melakukan pengecekan personel sebelum meninggalkan lokasi.

“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Sebelum keluar dari lokasi, masing-masing instansi mengecek anggotanya terlebih dahulu. Setelah dipastikan lengkap, seluruh tim kembali ke tempat masing-masing,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)