PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya merilis data mencengangkan terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak penetapan status Siaga Darurat pada 1 Juni 2026 hingga 1 September 2026.

Dalam kurun waktu tersebut, tercatat 422 kali kejadian kebakaran dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 484,46 hektare yang tersebar di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan data tersebut sebagai peringatan dini kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan betapa besarnya tekanan yang dihadapi kota ini akibat fenomena kebakaran yang terus berulang setiap harinya.

“Peringatan dini ini dikeluarkan melihat fenomena cuaca yang semakin sedikit hari hujan maupun curah hujan, serta karhutla yang masih terjadi setiap hari,” ungkap Heri Fauzi, Rabu, 2 September 2026.

Kondisi cuaca yang kering memperparah situasi, sehingga setiap titik api yang muncul dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Secara rinci, wilayah yang paling banyak mengalami kebakaran adalah Kecamatan Jekan Raya dengan 291 kali kejadian, diikuti Kecamatan Sebangau sebanyak 82 kali, Kecamatan Pahandut 35 kali, Kecamatan Bukit Batu 13 kali, dan Kecamatan Rakumpit 1 kali.

Angka ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla menyebar ke seluruh penjuru kota dan tidak terbatas pada satu wilayah saja.

Heri Fauzi menegaskan bahwa data ini menjadi cermin betapa krusialnya peran pencegahan sejak dini.

Dengan curah hujan yang masih rendah dan udara yang kering, lahan sangat mudah terbakar dan api menyebar dengan cepat. 

Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk alasan apa pun, karena risiko meluasnya kebakaran sangat tinggi di kondisi cuaca saat ini.

"Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui Call Center 112. BPBD Palangka Raya berharap dengan kesadaran dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, angka kebakaran dapat ditekan dan kerugian yang lebih besar dapat dihindari di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/j)