PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Angka kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengalami peningkatan pada 2025. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk mencari langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.

Berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN), persentase penduduk miskin di Pulang Pisau meningkat dari 4,15 persen menjadi 4,79 persen. Jumlah penduduk yang masuk kategori miskin juga bertambah dari 5.910 jiwa menjadi 6.232 jiwa.

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengatakan, pemutakhiran data menggunakan DTSEN pada 2026 menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh.

"Data tersebut berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN)," kata Ahmad Jayadikarta di Pulang Pisau, Rabu, 2 September 2026.

Menurutnya, data tersebut penting untuk melihat perkembangan kondisi kemiskinan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan program pemerintah agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah perlu bersama-sama mencari langkah untuk mengurangi angka tersebut," ujarnya.

Ahmad Jayadikarta menyebutkan, berdasarkan tingkat kemiskinan, Kabupaten Pulang Pisau masih berada di peringkat kelima dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Ia menilai posisi tersebut masih menjadi capaian yang patut diapresiasi, meskipun pemerintah daerah tetap harus bekerja keras menekan angka kemiskinan.

"Kondisi ini masih dalam keadaan baik mengingat persaingan antardaerah dalam menekan angka kemiskinan cukup berat," katanya.

Namun, ia menegaskan peningkatan angka kemiskinan tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan statistik. Data tersebut harus menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan untuk menyusun program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

"Kita tidak hanya melihat angka kemiskinan yang meningkat, tetapi harus bersama-sama melakukan upaya agar peningkatan tersebut dapat dikurangi melalui program yang tepat," tegasnya. (RETHA/H)