BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya lebih aktif mendampingi petani di wilayah Kalampangan, terutama menghadapi kondisi kemarau yang membuat ketersediaan sumber air semakin minim.
Menurut Khemal, petani tidak seharusnya dibiarkan bekerja sendiri ketika menghadapi persoalan yang dapat mengancam produktivitas pertanian. Pendampingan pemerintah diperlukan agar berbagai kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
“Petani jangan dibiarkan bekerja sendiri, apalagi kondisi sekarang sedang kemarau dan sumber air minim. Pemerintah harus hadir memberikan pendampingan dan solusi,” kata Khemal, Rabu, 2 September 2026.
Ia menilai keterbatasan air menjadi salah satu persoalan serius bagi petani Kalampangan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil produksi.
Karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dimintanya turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi lahan, kebutuhan air serta sarana pendukung yang diperlukan petani. Pendampingan juga harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul persoalan.
Khemal mendorong pemerintah daerah untuk memetakan sumber air yang masih tersedia dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk dukungan sarana pengairan yang memungkinkan sesuai kondisi dan kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, perhatian terhadap petani menjadi penting karena sektor pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah. Pemerintah harus memastikan petani mendapatkan dukungan yang memadai agar tetap mampu berproduksi meski menghadapi tekanan musim kemarau.
“Kita ingin petani tetap bisa bekerja dan berproduksi. Jangan sampai mereka menghadapi persoalan air sendiri tanpa pendampingan pemerintah,” tegasnya. (MARINI/H)









