JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Juru Bicara Tim Qanun Asasi KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Abi Rekso, menyebut H Muhammad Lukman Edy memiliki peran penting dalam konsolidasi dukungan yang mengantarkan Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Menurut Abi, Lukman Edy memiliki jaringan yang luas dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama di berbagai daerah. Jaringan tersebut dinilai membantu tim melakukan konsolidasi dalam waktu relatif singkat menjelang Muktamar Ke-35 NU.

“Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya dua minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju. Di bawah koordinasi Pak Lukman Edy seluruh tim bersinergi secara paralel. Alhamdulillah hasil dukungan 472 karena kerja cerdas yang solid,” kata Abi Rekso dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Dalam proses pencalonan Ketua Umum PBNU, Gus Kikin memperoleh 472 dukungan nominasi sebelum kemudian dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Abi menilai kemampuan Lukman Edy membangun komunikasi dengan berbagai jaringan NU menjadi salah satu faktor yang membantu memperkuat dukungan terhadap Gus Kikin.

Lukman Edy lahir di Teluk Pinang, Indragiri Hilir, Riau, pada 26 November 1970. Ia pernah menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Brawijaya.

Kiprahnya di lingkungan politik dan Nahdlatul Ulama cukup panjang. Lukman pernah memimpin PKB Riau dan menjadi anggota DPRD Riau.

Ia juga tercatat sebagai salah satu tokoh Melayu yang ikut membangun kekuatan NU di Sumatera untuk bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa pada masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada 2005, Lukman dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal DPP PKB. Dua tahun kemudian, ia masuk kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menjabat Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal periode 2007–2009.

Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menghasilkan kepemimpinan baru PBNU periode 2026–2031.

KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU, sedangkan Gus Kikin dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU.

Presiden Prabowo Subianto juga menghadiri pembukaan Muktamar NU pada 27 Agustus 2026 serta penutupan pada 31 Agustus 2026.

ANTARA