PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa. Kekayaan tersebut mencakup bentang alam, hutan, keanekaragaman hayati hingga keragaman masyarakat dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah.

Hal itu disampaikan Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), melalui materi kuliah bertajuk “Discovering Indonesia: Forests, Biodiversity, Culture, and The Landscapes of North Sumatra" dalam program mengajar di Vytautas Magnus University (VMU), Lithuania.

Dalam paparannya, Rahmawaty mengajak peserta mengenal Indonesia tidak hanya dari sisi geografis, tetapi juga melalui kekayaan hutan, biodiversitas, masyarakat, budaya, pariwisata serta tantangan konservasi di masa depan.

“Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, baik dari sisi geografis, masyarakat, bentang alam maupun keragaman budaya,” demikian pokok paparan Rahmawaty dalam materi yang diterima Borneonews pada Kamis, 3 September 2026.

Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan di kawasan Asia Tenggara yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Kondisi geografis tersebut menjadikan Indonesia memiliki karakter bentang alam yang beragam.

Dalam materi yang disampaikan, Indonesia juga digambarkan sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau serta memiliki lima pulau besar dan 38 provinsi.

Menurut Rahmawaty, keragaman geografis tersebut berkaitan erat dengan kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Karena itu, pemahaman mengenai lingkungan alam perlu berjalan beriringan dengan pengenalan terhadap masyarakat dan budaya yang hidup di dalamnya.

Presentasi tersebut memiliki lima pokok bahasan, yakni Indonesia at a Glance, Indonesian Forests & Biodiversity, People, Culture & Tourism, Exploring North Sumatra, serta Forest Conservation & Future Challenges.

Khusus Sumatera Utara, Rahmawaty mengarahkan perhatian pada kekayaan lanskap dan lingkungan yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pengetahuan, pariwisata serta upaya konservasi.

Ia menekankan bahwa kekayaan alam bukan semata-mata untuk dinikmati, tetapi juga harus dijaga keberlanjutannya. Konservasi menjadi bagian penting agar sumber daya hutan dan biodiversitas tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Rahmawaty yang juga tercatat sebagai Head of Belawan Watershed Forum itu menempatkan hutan dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Melalui pengenalan terhadap hutan, biodiversitas, budaya dan lanskap Indonesia, ia mendorong munculnya perspektif bahwa keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang perlu dirawat bersama.

“Forest conservation” atau konservasi hutan, dalam paparannya, menjadi salah satu tantangan masa depan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Dengan demikian, mengenal Indonesia menurut Rahmawaty bukan hanya tentang mengetahui letak wilayah dan kekayaan alamnya, tetapi juga memahami hubungan antara manusia, budaya, hutan, biodiversitas dan bentang alam dalam satu kesatuan ekosistem. (TESTI PRISCILLA/j)