PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, menilai cara pandang terhadap hutan perlu diubah. Hutan tidak semestinya hanya dilihat sebagai kawasan ekonomi atau wilayah yang harus dilindungi dari aktivitas manusia.

Menurut Henky, masyarakat yang hidup di sekitar hutan justru memiliki hubungan erat dengan kawasan tersebut. Hutan menjadi sumber air, pangan, penghasilan sekaligus ruang hidup.

“Kalimantan tidak kekurangan hutan. Yang sering kurang adalah cara kita memandang hutan,” kata Henky kepada Borneonews pada Kamis, 3 September 2026.

Ia mengatakan, persoalan utama dalam menjaga hutan bukan sekadar bagaimana mempertahankan tutupan pohon tetap hijau. Lebih jauh, perlu dipikirkan bagaimana masyarakat dapat hidup sejahtera tanpa kehilangan ekosistem yang menopang kehidupan mereka.

Henky mencontohkan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kawasan sekitar 3.006 hektare tersebut dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Di kawasan tersebut, hutan dan danau menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus habitat keanekaragaman hayati.

Pemantauan pada 2024 mengestimasi keberadaan 21 individu orangutan serta mencatat 82 jenis burung. Sementara Danau Masoraian menjadi sumber penghidupan melalui pemanfaatan perikanan.

“Menjaga hutan sebenarnya bukan hanya persoalan menyelamatkan pohon. Ada air yang harus dipertahankan, ikan yang harus tetap tersedia, satwa yang membutuhkan habitat, dan keluarga yang membutuhkan penghasilan,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat sekitar hutan, menurut Henky, tidak seharusnya selalu ditempatkan sebagai pihak yang harus dijauhkan dari kawasan konservasi.

Masyarakat justru dapat menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan hutan, dengan catatan pengelolaan dilakukan berdasarkan aturan, tanggung jawab, kapasitas dan pengawasan.

“Keberlanjutan pada akhirnya bukan sekadar tentang menyelamatkan hutan dari manusia. Keberlanjutan adalah tentang membuat manusia memiliki alasan untuk menyelamatkan hutannya,” katanya. (TESTI PRISCILLA/j)